Ide, Di Manakah Kau Berada?

ide-dimanakah-kau-berada.jpg

Konsisten ngeblog. Ini adalah salah satu resolusi 2016 saya. Dan sebenarnya, hampir setiap hari saya buka WordPress dan klik add blog posts. Tapi entah kenapa, sudah dua bulan sejak tahun berganti, hanya dua tulisan yang saya published. Itu pun dalam rangka lomba dan giveaway. Lainnya? Jangan tanya, deh, menguap gitu aja. Satu paragraf jadi, eh bubar jalan. Klik add posts lagi dan nulis judul, lah kok nggak ada isinya. Haduh!

Sepertinya saya tengah mengalami writer’s block. Biasalah, masalah klasik para penulis (padahal saya cuma penulis blog pribadi dan tulisannya biasa banget). J.K. Rowling, penulis serial novel fantasi laris dan populer Harry Potter pun sempat disebut-sebut mengalami writer’s block, meski pada akhirnya ia menyanggah kabar tersebut.  

Apa dan seperti apa writer’s block itu? Lebih jelasnya, coba simak, yuk, definisi yang ditulis kamus Merriam-Webster. Menurut kamus ini, writer’s block is the problem of not being able to think of something to write about or not being able to finish writing a story, poem, etc. Sedangkan Wikipedia menggambarkan writer’s block sebagai sebuah kondisi di mana seorang penulis kehilangan kemampuan memproduksi karya baru atau mengalami penurunan kreativitas.

Writer’s block bisa terjadi karena beberapa sebab. Bisa karena buntu ide –tidak menemukan satu pun gagasan menarik untuk dituangkan ke dalam tulisan– atau justru terlalu banyak gagasan di otak sehingga bingung menentukan mana yang sebaiknya ditulis terlebih dahulu. Bisa juga karena terlalu perfeksionis. Maksudnya, ide sebenarnya ada, namun nggak pede dengan ide tersebut atau terlalu ribet memikirkan gaya bahasa yang ingin ditampilkan, di samping tata bahasa dan tetek-bengek teknis lainnya sehingga proses menulis pun terhambat. Ada pula yang sebenarnya sudah sukses menulis hingga setengah perjalanan, namun kesulitan melanjutkannya hingga akhir. Alhasil, tulisan tersebut sukses ngendon di draft. Fiuh!

Bahkan, terkadang hanya gara-gara nggak menemukan judul atau kalimat di awal paragraf yang pas pun bisa bikin proses menulis gagal, lho. Tahu sendirilah, judul yang menarik atau awal paragraf yang asyik akan membuat pembaca betah berlama-lama dengan tulisan kita hingga paragraf terakhir. Jadi sebenarnya wajar banget kalau seorang penulis mencurahkan pikiran ekstra untuk judul dan awal paragraf. Tapi menjadi nggak wajar jika ia terlalu keras memikirkannya hingga akhirnya justru urung menulis.

Nah, pertanyaannya, saya mengalami writer’s block yang mana? Kayaknya semuanya, deh. Alamak, nggak banget, deh! Tapi memang iya, kok, blog saya sepi banget seperti ini, ya karena beberapa faktor yang sudah saya sebutkan tadi. Well, sejujurnya, di antara semua kendala itu, buntu ide-lah yang kerap menghampiri saya setiap kali saya berada di depan PC dan bersiap membuat tulisan baru di blog gado-gado ini.

Oh ide, di manakah kau berada? Plis, jangan sembunyi terus. Sering-sering nongol, dong, biar saya nggak galau dan bisa update blog kayak emak-emak lain yang super kreatif itu. Saya juga mau seperti mereka yang konsisten dengan One Day One Post-nya. Masa iya, sih, saya kudu bertahan dengan One Month One Post? 

Ngomongin ide, terkadang ia bisa muncul begitu saja dari tempat yang tidak kita duga-duga. Setidaknya, berdasarkan pengalaman saya, ada lima tempat yang kerap membuat si ide pasrah dan berhenti bermain petak umpet alias mak bedunduk nongol di otak saya. Mau tahu di mana saja?

 

1. Di Kamar Mandi

shower

Percaya atau tidak, ide-ide bagus kerap muncul saat mandi.Saya sering tiba-tiba menemukan si ide yang hilang itu saat sedang byar-byur-byar-byur. Tanpa disengaja! Mungkin karena efek tubuh yang segar setelah diguyur air, ya? Konon, jika tubuh segar, pikiran pun demikian. Dan saat pikiran sudah fresh, biasanya ide pun mengalir dengan sendirinya. Cling, voila! Ayo buruan mandinya, sebelum si ide menguap lagi.

2. Di Kasur Menjelang Tidur Malam

bedroom

 

Saya kira nggak sedikit penulis atau blogger yang tiba-tiba dapat ide menulis saat sedang rebahan di kasur menjelang tidur malam. Saya sering mengalaminya. Ketika urusan rumah tangga kelar dan anak-anak sudah bobo manis di kasurnya, saya masih leyeh-leyeh menikmati waktu sebelum benar-benar terlelap. Sambil “cari bobo,” pikiran mulai melayang ke sana-kemari. Dan tiba-tiba, tuing tuing… ide-ide bersliweran di otak saya. Berhubung PC sudah off, saya catat saja ide-ide itu di ponsel buat sangu esok hari (atau esok lusa, minggu depan, atau mungkin bulan depan?).

3. Di Mobil Saat Perjalanan ke Luar Kota
car

Ini juga sering banget saya alami. Ketika sedang duduk manis di mobil dalam perjalanan menuju luar kota, secara spontan ide menulis datang. Begitu saja hadir, tanpa saya undang. Mungkin karena perjalanan luar kota selalu menyenangkan: kita disuguhi beraneka macam pemandangan, mulai hamparan sawah, orang-orang lalu-lalang, kendaraan bersliweran, gedung-gedung bertingkat, hingga warung-depot-kedai-restoran yang menerbitkan selera makan kita. Bisa jadi pemandangan-pemandangan yang tidak setiap hari kita lihat inilah yang memicu munculnya ide-ide menulis itu.

4. Di Mana Saja Saat Bersama Pasangan dan/Atau Anak-anak

family-BW

Iya, benar. Di mana saja, pokoknya ketika sedang bersama-sama keluarga inti, sepertinya ide mudah mencair. Biasanya, sih, ide yang muncul seputar cinta, keluarga, atau tumbuh kembang anak. Dari sekadar ngobrol-ngobrol santai dengan pasangan atau anak-anak di rumah, hingga hangout ke taman bermain atau waterpark bisa jadi satu –atau bahkan beberapa– tulisan, lho!

5. Di Blog Kawan

blog-laptop

Tentu saja yang dimaksud bukan plagiat tulisan kawan, melainkan rajin-rajin mengunjungi blog kawan blogger lainnya. Jelas, dong, semakin banyak membaca, semakin kaya pula wawasan kita. Misalnya, karena terlalu sibuk dengan urusan-urusan domestik kita jadi lupa kalau tanggal sekian ada festival jajanan tradisional di pusat kota. Namun karena rajin mampir di blog kawan, kita akhirnya ngeh, “oh, ternyata minggu depan bakal ada festival itu, to. Noted.” Cling,  jadilah ide!

Misalnya lagi, nih, kita buntu ide setengah mati. Namun begitu membaca beberapa post terbaru kawan-kawan blogger seputar diet kantong plastik, kita langsung tertarik untuk menulis hal yang sama namun dari angle yang berbeda.

Begitulah pengalaman saya saat menemukan ide-ide untuk saya tuangkan ke dalam tulisan di blog ini. Bagaimana dengan kalian?

 

Advertisements

11 thoughts on “Ide, Di Manakah Kau Berada?

    • wah, keren ih… nyuci piring bisa dapet ide. iya, emang harus buru2 dicatet n ditulis kalo ngga ya buyar lagi deh hehehe…
      thanks udah mampir ya, Mak.

      Like

    • sammmaaa Mba… saya juga draftnya banyak banget. separo jalan mandeg. hadeuh….
      etapi Mba konsisten gitu ngeblognya. isinya banyak hehehe…
      makasih udah mampir yaa….

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s