I Judge A Book by Its Cover, Literally!

Sebuah idiom berbahasa Inggris mengatakan, “Don’t judge a book by its cover.”    Tapi maaf, I judge a book by its cover, literally!

books

Mungkin ada yang tidak sepakat, namun buat saya, buku dengan desain atau ilustrasi cover menarik biasanya sanggup meluluhlantakkan hati saya yang berujung dengan langsung membeli buku tersebut.

Agak-agak lebay gimana gitu, ya. Memang, sih. Lha wong kadang saya suka bingung sendiri, kok bisa langsung memutuskan membeli buku dengan sampul memikat tanpa pikir panjang? Kadang bahkan tanpa membaca sinopsis di belakangnya.

Pemikiran saya, nih, buku dengan sampul menarik merepresentasikan keseluruhan isi buku. Sama halnya dengan aneka produk yang dijual di swalayan yang dikemas memikat dalam kotak atau kaleng, buku juga perlu packaging. Kemasan yang unik, standout, berbeda dari lainnya, biasanya mampu mencuri perhatian calon pembeli. Sedikit banyak mampu mempengaruhilah, contohnya saya, hehe…

Kalau dipikir-pikir –kecuali sudah mengenal penulisnya atau sudah tahu buku apa yang akan dibeli– cukup sulit, kan, memilih beberapa di tengah hamparan rak buku? Nah, saya termasuk yang gampang tersepona (eh, maaf terpesona) dan langsung mendekap erat buku yang cover-nya cantik, manis, elegan, klasik, apapun itu. Pokoknya asal memikat hati saya, langsung saya samber dan saya serahkan ke mbak-mas kasir untuk dibuatkan struk pembeliannya.

Begitu pun ketika sedang santai-santai browsing ke toko-toko buku online, sudah jadi kebiasaan saya melihat sampul bukunya terlebih dahulu, baru mengulik siapa penulisnya, penerbit, review orang-orang, dan lain-lainnya. Untunglah sejauh ini saya belum pernah dikecewakan. Buku-buku yang saya beli berdasarkan keelokan kulit luarnya ternyata bagus pula isinya. See?

Tentu saja, saya tidak selalu begitu. Pernah juga saya membeli buku karena memang suka dengan gaya bertutur penulisnya. Jadi saya tidak terlalu peduli dengan sampulnya karena saya tahu isi buku sang penulis insya Allah sangat memotivasi dan mencerahkan (tidak terlalu peduli bukan berarti saya tidak melihat seperti apa cover-nya, lho. Saya tetap “memeriksa” kulit luar bukunya, namun meski kurang memikat hati saya, saya tetap beli karena karakter penulisnya).

Eh tapi ini just my two cents, lho. Kalau Anda?

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s